Cari Berita InSorot Media

Trending Topik

8/trending/recent

Iklan homepage atas

Harga Aluminium Tembus USD 3.000 per Ton, Pasokan Global Kian Terjepit

Author
@InSorot


InSorot – Harga aluminium dunia mencatat tonggak penting dengan menembus angka 3.000 dollar AS per ton, level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun terakhir. Lonjakan ini mencerminkan semakin ketatnya pasokan global di tengah permintaan jangka panjang yang tetap kuat, khususnya dari sektor strategis seperti konstruksi dan energi terbarukan.

Mengacu pada laporan Bloomberg, Jumat (2/1/2026), kenaikan harga aluminium dipicu oleh sejumlah faktor utama. Di China, pembatasan kapasitas peleburan masih berlangsung, sementara di Eropa, tingginya biaya listrik membatasi aktivitas produksi. Kombinasi ini secara langsung menggerus stok aluminium global dan mempersempit ruang pasokan di pasar internasional.

Di sisi lain, permintaan aluminium dinilai masih solid. Kebutuhan bahan baku untuk pembangunan infrastruktur serta pengembangan energi bersih terus menopang prospek konsumsi jangka panjang. Sepanjang tahun lalu, harga aluminium berjangka tercatat melonjak 17 persen, menjadikannya kenaikan tahunan terbesar sejak 2021.

Logam Dasar Ikut Menguat, Tembaga dan Nikel Jadi Sorotan
Penguatan aluminium sejalan dengan pergerakan logam dasar lainnya. Harga tembaga kembali menguat pada perdagangan Jumat, setelah mencatatkan kenaikan tahunan tertinggi sejak 2009. Ketatnya pasokan global menjadi faktor utama di balik reli harga tersebut.

Sementara itu, harga nikel mencuri perhatian pasar setelah PT Vale Indonesia menghentikan sementara aktivitas penambangan. Langkah ini diambil menyusul keterlambatan persetujuan rencana kerja dari otoritas terkait, yang memicu kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan nikel global.

Sepanjang 2025, pasar tembaga juga diwarnai berbagai gangguan produksi. Sejumlah tambang di Indonesia, Chile, hingga Republik Demokratik Kongo mengalami kecelakaan, sementara kekhawatiran terkait kebijakan tarif mendorong pelaku pasar meningkatkan pengiriman ke Amerika Serikat. Kondisi tersebut mendorong harga tembaga mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada akhir tahun lalu dan menjadikannya logam dengan kinerja terbaik di antara enam logam industri di London Metal Exchange (LME).

Pergerakan Harga Terbaru di Pasar Global
Pada perdagangan terakhir, harga tembaga naik 0,5 persen ke level 12.487,00 dollar AS per ton pada pukul 17.31 waktu Singapura, setelah sebelumnya sempat turun 1,1 persen.

Harga aluminium turut menguat 0,4 persen menjadi 3.008,00 dollar AS per ton, sekaligus mencatatkan kenaikan selama tiga hari berturut-turut.

Adapun harga nikel melonjak 1,2 persen ke posisi 16.845,00 dollar AS per ton, setelah membukukan kenaikan bulanan terbesar pada Desember sejak April 2024.

Menanggapi situasi tersebut, PT Vale Indonesia menyatakan bahwa persetujuan rencana kerja perusahaan diperkirakan akan segera diterbitkan. Manajemen juga menegaskan bahwa keterlambatan tersebut tidak berdampak signifikan terhadap keberlanjutan operasional perusahaan.

Pasar Masih Waspada, Bijih Besi Turut Menguat
Meski demikian, pelaku pasar global tetap mencermati dinamika pasokan, terutama setelah Indonesia mengumumkan rencana pemangkasan produksi pada tahun ini. Sentimen kehati-hatian tersebut turut memengaruhi pergerakan komoditas lain.

Di Singapura, harga bijih besi berjangka tercatat naik 0,3 persen ke level 105,65 dollar AS per ton. Sementara itu, aktivitas perdagangan di China terpantau sepi karena pasar setempat tutup dalam rangka hari libur nasional.



Tags

Posting Komentar

0 Komentar
Komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE

Iklan Homepage Tengah