Cari Berita InSorot Media

Trending Topik

8/trending/recent

Iklan homepage atas

Imbalan 1,1 Triliun Bagi Yang Menemukan Puing Pesawat MH370 Malaysia Airlines

Author
@InSorot


KUALA LUMPUR – Misteri hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 kembali menjadi perhatian dunia. Lebih dari satu dekade setelah lenyap bersama 239 penumpang dan awak, upaya pencarian kembali dilakukan di perairan terpencil Samudera Hindia bagian selatan.

Pesawat Boeing 777 tersebut terakhir terdeteksi pada 8 Maret 2014, tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Kuala Lumpur dengan tujuan Beijing, China. Berdasarkan analisis data satelit, MH370 diduga keluar dari jalur penerbangan semula dan bergerak ke arah selatan sebelum akhirnya diyakini jatuh di Samudera Hindia.

Berbagai operasi pencarian berskala internasional yang dipimpin Australia sebelumnya telah dilakukan secara masif. Namun hingga kini, lokasi utama bangkai pesawat masih belum ditemukan. Meski demikian, sejumlah puing yang diyakini terkait MH370 sempat ditemukan terdampar di pesisir Afrika Timur dan beberapa pulau di Samudera Hindia, memperkuat dugaan lokasi jatuhnya pesawat.

Harapan baru kembali muncul pada awal Desember 2025, ketika Kementerian Perhubungan Malaysia mengumumkan dimulainya kembali operasi pencarian oleh Ocean Infinity, perusahaan robotika kelautan asal Amerika Serikat. Misi ini direncanakan berlangsung selama 55 hari.

Pada Rabu (1/1/2026), Pemerintah Malaysia mengonfirmasi bahwa kapal pencari Armada 86 05 milik Ocean Infinity telah tiba di area pencarian yang telah ditentukan. Kapal tersebut dilengkapi dua kendaraan bawah laut otonom (Autonomous Underwater Vehicles/AUV) yang dirancang untuk memetakan dan menyisir dasar laut secara mendalam.

Sebelumnya, armada pencarian diberangkatkan dari Pelabuhan Fremantle, Australia Barat. Meski demikian, pihak terkait masih merahasiakan titik koordinat zona pencarian demi kelancaran dan keamanan misi.

Ocean Infinity menegaskan bahwa operasi ini dijalankan dengan skema “no find, no fee”, di mana perusahaan hanya akan menerima pembayaran sebesar 70 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,1 triliun apabila berhasil menemukan puing pesawat MH370.

Perusahaan ini bukan kali pertama terlibat dalam pencarian MH370. Pada 2018, Ocean Infinity sempat melakukan pencarian mandiri, namun belum membuahkan hasil. Meski begitu, CEO Ocean Infinity Oliver Plunkett menyampaikan bahwa pada 2025, pihaknya bekerja sama dengan para pakar untuk mempersempit area pencarian ke lokasi yang dinilai paling memungkinkan sebagai titik jatuh pesawat.

Bahkan, pada awal 2025, Ocean Infinity sempat mengerahkan armada untuk menyisir area baru seluas 15.000 kilometer persegi di Samudera Hindia. Namun, operasi tersebut terpaksa dihentikan sementara pada April 2025 akibat kondisi cuaca ekstrem.

Kini, pencarian kembali dilanjutkan dengan pendekatan teknologi dan analisis terbaru. Ocean Infinity mengonfirmasi keterlibatan mereka dalam misi ini, meskipun enggan mengungkap detail lebih lanjut dengan alasan sensitivitas serta urgensi pencarian.

Upaya ini kembali menyalakan harapan keluarga korban dan publik dunia, agar salah satu misteri penerbangan terbesar dalam sejarah modern akhirnya menemukan titik terang.


Posting Komentar

0 Komentar
Komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE

Iklan Homepage Tengah