Cari Berita InSorot Media

Trending Topik

8/trending/recent

Iklan homepage atas

Asing Borong Saham Tambang dan Energi di Awal 2026, Bumi Resources Jadi Jawara

Author
@InSorot


Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 2 Januari 2026, menjadi penanda kuat terjadinya rotasi portofolio investor asing. Aliran modal global tampak berpindah dari saham perbankan besar menuju sektor energi, pertambangan, pelayaran, hingga logistik, seiring optimisme pasar di awal tahun.

Fenomena ini berjalan seiring dengan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencatatkan sejarah baru. Pada penutupan perdagangan perdana 2026, IHSG melesat 101,19 poin atau 1,17 persen ke level 8.748,13, mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.

Investor Asing Catatkan Net Buy Rp 1,06 Triliun
Secara agregat, investor asing membukukan beli bersih (net buy) sebesar Rp 1,06 triliun di seluruh pasar. Di pasar reguler, nilai net buy mencapai Rp 1,14 triliun, sementara pasar negosiasi dan tunai justru mencatatkan net sell Rp 72,78 miliar.

Data BEI menunjukkan, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi magnet utama dana asing dengan net foreign buy terbesar senilai Rp 889,34 miliar. Saham ini mencatat nilai transaksi Rp 471,72 miliar, volume 117,71 juta saham, serta frekuensi 330,82 ribu kali transaksi. Sejalan dengan derasnya aksi beli, harga BUMI melonjak 14,75 persen ke level 420.

Posisi berikutnya ditempati PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan net buy asing Rp 252,49 miliar. Saham BRMS ditutup menguat 7,27 persen ke Rp 1.180, dengan nilai transaksi Rp 457,48 miliar.

Saham Tambang dan Pelayaran Jadi Incaran
Minat asing juga mengalir ke saham kontraktor tambang PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang mencatat net buy Rp 204,07 miliar. Saham DEWA mencetak lonjakan harga 11,94 persen ke Rp 750, didukung nilai transaksi jumbo Rp 1,46 triliun.

Di sektor pelayaran, saham PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) dan PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) tak luput dari serbuan dana asing. HUMI mencatat net buy Rp 99,60 miliar dan melonjak 24,81 persen ke Rp 322, sementara BULL diborong asing Rp 58,72 miliar dan ditutup melesat 20,24 persen ke Rp 505.

Dari sektor teknologi, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) juga masuk radar investor global dengan net foreign buy Rp 51,08 miliar, mendorong harga sahamnya naik 7,81 persen ke Rp 69.

Energi, Otomotif, hingga Baterai Ikut Menguat
Aliran dana asing turut mengalir ke saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Panin Financial Tbk (PNLF), PT Astra International Tbk (ASII), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT United Tractors Tbk (UNTR). Seluruh saham tersebut ditutup di zona hijau dengan kenaikan bervariasi, mencerminkan sentimen positif investor terhadap sektor riil dan komoditas.

Bank-Bank Besar Ditekan Aksi Jual Asing
Di sisi lain, rotasi portofolio membuat saham perbankan berkapitalisasi besar menjadi sasaran aksi ambil untung. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatat net sell asing terbesar Rp 366,69 miliar, diikuti PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Selain sektor perbankan, tekanan jual juga terjadi pada saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), hingga PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS). Meski demikian, sejumlah saham seperti PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) tetap mampu bertahan di zona hijau meski dilepas investor asing.

Gambaran Awal Arah Pasar 2026
Rotasi dana asing di awal tahun ini mencerminkan pergeseran strategi investor global yang mulai mengalihkan fokus ke sektor berbasis komoditas dan logistik, sejalan dengan ekspektasi pertumbuhan ekonomi dan dinamika harga energi global. Sementara itu, sektor perbankan cenderung mengalami konsolidasi setelah reli panjang sebelumnya.

Dengan IHSG yang telah mencetak rekor baru, pasar kini menanti keberlanjutan arus dana asing dan respons investor domestik dalam menjaga momentum positif sepanjang 2026.



Tags

Posting Komentar

0 Komentar
Komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE

Iklan Homepage Tengah