
InSorot. Situasi geopolitik Amerika Latin kembali memanas. Amerika Serikat dilaporkan melancarkan serangan militer langsung ke wilayah kedaulatan Venezuela, tepatnya di Ibu Kota Caracas, dalam sebuah operasi berskala besar yang terjadi beberapa jam lalu.
Serangan tersebut terekam oleh warga setempat dan menyebar luas di berbagai platform. Dari rekaman video yang beredar, tampak aktivitas intens helikopter militer Amerika Serikat, termasuk CH-47 Chinook, dugaan Black Hawk, Apache, hingga Little Bird. Kehadiran armada udara tersebut mengindikasikan keterlibatan 160th Special Operations Aviation Regiment (SOAR) bersama pasukan khusus Amerika Serikat.
Tak hanya menyasar pusat pemerintahan Caracas, eskalasi serangan juga meluas ke wilayah sekitar ibu kota, termasuk pelabuhan di kota tetangga, sejumlah instalasi militer, serta objek vital nasional seperti bandara. Hingga saat ini, belum terlihat adanya perlawanan signifikan dari militer Venezuela, sementara operasi militer Amerika Serikat dilaporkan masih berlanjut.

Dalam perkembangan terbaru, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pernyataan resmi bahwa operasi militer tersebut berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro Moros beserta istrinya. Keduanya disebut telah diterbangkan keluar dari Venezuela untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Trump dijadwalkan akan segera tampil ke publik guna menyampaikan pengumuman resmi kepada masyarakat internasional.
Meski demikian, belum ada laporan mengenai invasi darat atau upaya pendudukan langsung terhadap Caracas. Hal ini memunculkan pertanyaan besar mengenai tujuan akhir dan strategi lanjutan Amerika Serikat dalam operasi militer ini.
Dunia internasional kini menanti perkembangan terbaru dari situasi yang berpotensi mengubah peta politik kawasan Amerika Latin tersebut.