Cari Berita InSorot Media

Trending Topik

8/trending/recent

Iklan homepage atas

Konten AI Slop Membanjiri YouTube, Indonesia Masuk 10 Besar Dunia

Author
@InSorot


InSorot – Platform YouTube kini dibanjiri konten video berbasis kecerdasan buatan (AI) berkualitas rendah atau yang dikenal dengan istilah AI slop. Fenomena ini muncul seiring pemanfaatan teknologi AI secara masif oleh sebagian kreator untuk memproduksi konten digital secara cepat dan massal. Alih-alih menghadirkan karya bernilai, konten semacam ini kerap tampil absurd, repetitif, dan dibuat semata-mata demi mengejar klik serta perhatian warganet.

Temuan ini diungkap perusahaan pengeditan video Kapwing, yang melakukan analisis terhadap 15.000 kanal YouTube terpopuler dunia, masing-masing 100 kanal teratas dari setiap negara. Hasil riset menunjukkan 278 kanal teridentifikasi murni berisi AI slop, tersebar di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Gambar dari Artikel ini bersumber dari : (Kompas.com)

Indonesia Peringkat 10 Dunia, Teratas di ASEAN
Berdasarkan jumlah pelanggan kanal AI slop terbesar secara global, Indonesia menempati peringkat ke-10 dunia. Kapwing mencatat total sekitar 8,57 juta subscriber kanal AI slop berasal dari Indonesia. Meski belum masuk lima besar global, Indonesia menjadi negara dengan jumlah pelanggan AI slop terbesar di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).

Sebagai pembanding, Vietnam berada di posisi ke-15 dunia dengan 4,37 juta subscriber, sementara Spanyol memimpin peringkat global dengan 20,22 juta pelanggan, disusul Mesir (17,91 juta) dan Amerika Serikat (14,47 juta).

Dari sisi jumlah penayangan, Indonesia juga menempati peringkat ke-9 dunia dengan total sekitar 1,7 miliar views konten AI slop. Adapun Korea Selatan menjadi negara dengan jumlah penayangan tertinggi. Sebanyak 11 kanal AI slop yang tengah tren di Negeri Ginseng berhasil mengumpulkan 8,45 miliar penayangan, melampaui Pakistan (5,34 miliar), Amerika Serikat (3,39 miliar), dan Spanyol (2,52 miliar).


Gambar dari Artikel ini bersumber dari : (Kompas.com)

Kanal AI Slop Raup Miliaran View dan Puluhan Miliar Rupiah
Laporan Kapwing turut mengulas sejumlah kanal AI slop paling populer di YouTube. Salah satunya adalah “Bandar Apna Dost” asal India yang mencatat sekitar 2,4 miliar penayangan. Kanal ini menampilkan cerita-cerita absurd, mulai dari karakter berkepala monyet bertubuh manusia hingga sosok mirip Hulk yang bertarung melawan iblis atau terbang menggunakan helikopter berbentuk tomat.

Tak hanya unggul dalam jumlah view, “Bandar Apna Dost” juga diperkirakan menjadi kanal AI slop dengan pendapatan iklan tertinggi, mencapai 4,25 juta dolar AS atau sekitar Rp71,2 miliar per tahun.

Kanal menonjol lainnya adalah “Three Minutes Wisdom” dari Korea Selatan, yang menyumbang hampir seperempat total penayangan AI slop di negara tersebut dengan 2,02 miliar view. Pendapatan iklan tahunannya ditaksir 4,03 juta dolar AS atau sekitar Rp67,5 miliar.

Sementara itu, kanal “Pouty Frenchie” asal Singapura diperkirakan menghasilkan hampir 4 juta dolar AS atau sekitar Rp67 miliar per tahun, dengan sasaran utama anak-anak melalui video petualangan anjing bulldog di dunia fantasi seperti “hutan permen”.

Algoritma YouTube Picu Penyebaran Konten Brainrot
Dalam studinya, Kapwing juga membuat akun YouTube baru untuk menelusuri pola rekomendasi algoritma. Dari 500 video pertama yang muncul di linimasa, 104 video atau sekitar 20 persen dikategorikan sebagai AI slop. Bahkan, sepertiganya masuk kategori “brainrot”, yakni konten absurd, berulang, minim makna, dan dinilai berpotensi menggerogoti fokus serta daya pikir penonton.

Secara global, ratusan kanal AI slop tersebut telah mengumpulkan lebih dari 63 miliar penayangan dan 221 juta subscriber. Total pendapatan iklan dari konten ini diperkirakan mencapai 117 juta dolar AS atau sekitar Rp1,9 triliun per tahun.

Mengapa AI Slop Mudah Viral?
Para peneliti menilai popularitas konten AI slop didorong oleh sifatnya yang mudah dikonsumsi, tidak membutuhkan konteks cerita, serta sangat selaras dengan cara kerja algoritma media sosial.

Peneliti isu teknologi dan hak digital, Rohini Lakshané, menyebut konten semacam ini efektif menarik penonton baru karena tidak memiliki alur kompleks dan bisa dinikmati secara instan. Sementara itu, jurnalis teknologi Max Read menilai AI slop telah berkembang menjadi industri baru yang tumbuh cepat.

Ia mengungkap adanya komunitas besar di Telegram, WhatsApp, hingga Discord yang saling berbagi strategi membuat video AI viral. Banyak kreator berasal dari negara dengan upah menengah seperti India, Nigeria, Kenya, Brasil, dan Vietnam, karena pendapatan YouTube dinilai jauh lebih menjanjikan dibandingkan gaji lokal.

Respons YouTube
Menanggapi temuan tersebut, juru bicara YouTube menegaskan bahwa AI hanyalah sebuah alat, yang bisa digunakan untuk menghasilkan konten berkualitas tinggi maupun rendah. YouTube menyatakan tetap berkomitmen menyajikan konten berkualitas bagi pengguna dan akan menghapus video yang melanggar pedoman komunitas, terlepas dari apakah konten tersebut dibuat oleh manusia atau AI.


Posting Komentar

0 Komentar
Komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE

Iklan Homepage Tengah