
Makassar – PSM Makassar harus merogoh kocek cukup dalam pada pengujung putaran pertama Super League 2025/2026. Total Rp150 juta wajib dibayarkan skuad berjuluk Juku Eja kepada operator liga akibat pelanggaran disiplin dalam lima pertandingan terakhir.
Denda tersebut merupakan konsekuensi dari akumulasi kartu kuning yang melebihi batas ketentuan. Dalam Kode Disiplin PSSI, disebutkan bahwa tim yang mengoleksi lima kartu kuning atau lebih dalam satu pertandingan dikenakan denda Rp50 juta.
Berdasarkan catatan pertandingan, tiga laga di antaranya membuat Pasukan Ramang melampaui ambang batas tersebut. Artinya, PSM harus membayar Rp50 juta per laga, hingga total sanksi menembus angka Rp150 juta.
Tiga Laga Pemicu Denda
Pelanggaran disiplin pertama terjadi saat PSM menjamu Persebaya Surabaya pada laga tunda pekan ke-4. Duel yang berakhir imbang 1-1 di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sabtu (6/12/2025), menghasilkan lima kartu kuning untuk tuan rumah.
Selanjutnya, catatan serupa terulang kala PSM bertandang ke markas Persib Bandung di laga tunda pekan ke-8. Bermain di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (27/12/2025), PSM harus menelan kekalahan tipis 0-1, sekaligus kembali mengantongi lima kartu kuning.
Denda ketiga datang dari laga pekan ke-16 saat PSM menghadapi Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (3/1/2026). Pada pertandingan yang berakhir 2-1 untuk tuan rumah tersebut, Yuran Fernandes dan kawan-kawan kembali diganjar lima kartu kuning.
Gaya Bermain Jadi Risiko
Tingginya intensitas pelanggaran PSM menjadi catatan tersendiri bagi pelatih Tomas Trucha. Presiden suporter The Maczman, Ocha Alim, menilai gaya bermain yang mengandalkan kontak fisik membuat risiko kartu semakin besar.
“Tipikal pelatih sekarang memang meminta pemain bermain keras dan agresif. Konsekuensinya, potensi pelanggaran dan kartu kuning jadi tinggi,” ujarnya, Minggu (4/1/2026).
Puasa Kemenangan Berlanjut
Tak hanya soal disiplin, performa PSM juga tengah berada dalam tren negatif. Kekalahan 1-2 dari Borneo FC memperpanjang catatan tanpa kemenangan dalam empat laga terakhir, dengan rincian tiga kekalahan dan satu hasil imbang.
PSM sempat membuka asa lewat gol cepat Alex Tanque pada menit pertama. Namun, dua gol Joel Vinicius di babak kedua—yang sempat melalui pengecekan VAR—membalikkan keadaan untuk Pesut Etam.
Hasil tersebut membuat PSM bertahan di peringkat sembilan klasemen dengan 19 poin, meski posisinya masih rawan tergusur oleh sejumlah pesaing.
![]() |
| Sumber Foto : Tribun Timur |
Evaluasi Pelatih dan Peluang Terbuang
Tomas Trucha mengakui anak asuhnya belum mampu tampil konsisten sepanjang 90 menit, sebuah masalah yang berulang sejak laga kontra Malut United dan Persib Bandung.
“Kami kesulitan bermain di level terbaik selama satu pertandingan penuh,” katanya.
Meski demikian, ia menilai PSM memulai laga dengan baik dan menciptakan beberapa peluang emas. Tembakan jarak jauh Gledson Paixao di menit ke-14 serta peluang Ananda Raehan pada menit ke-18 nyaris menggandakan keunggulan, namun semuanya berhasil digagalkan kiper Borneo FC, Nadeo Argawinata.
“Dengan peluang sebanyak itu, seharusnya kami bisa mengunci pertandingan. Tapi gol kedua tak tercipta,” tambahnya.
Pemain Minta Maaf, Janji Bangkit
Winger PSM Rizky Eka memilih tak larut dalam kekecewaan. Ia memastikan tim akan bangkit dan memperbaiki hasil pada laga berikutnya.
PSM dijadwalkan menghadapi Bali United pada laga terakhir putaran pertama di Stadion BJ Habibie, Parepare, Jumat (9/1/2026) pukul 20.00 Wita.
“Kami akan lebih fokus dan bekerja lebih keras. InsyaAllah hasilnya akan lebih baik,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh suporter atas hasil minor yang kembali diraih.
“Saya mewakili pemain meminta maaf karena belum bisa memberikan hasil terbaik,” tutupnya.
