
InSorot - Elon Musk mengungkap rencana terbaru terkait pengembangan perusahaan chip otak miliknya. Ia menyebut, produksi chip otak Neuralink akan ditingkatkan ke skala besar mulai 2026. Pernyataan ini disampaikan Musk melalui unggahan di akun resmi X (dulu Twitter) pribadinya. Dalam unggahan tersebut, ia menyebut bahwa Neuralink akan mulai memproduksi massal (high-volume production) perangkat brain-computer interface (BCI) mereka. "Neuralink akan memulai produksi massal perangkat antarmuka otak-komputer (BCI) dan beralih ke prosedur bedah yang efisien serta hampir sepenuhnya otomatis pada tahun 2026," tulis Musk.
Meski tidak menyebut angka pasti, rencana produksi massal ini menguatkan target Musk sebelumnya. Ia pernah menyatakan bahwa Neuralink menargetkan lebih 1.000 pasien pada 2026.
Demi mencapai target produksi tersebut, pada November 2024 perusahaan bahkan sampai melakukan perekrutan besar-besaran untuk mencari teknisi manufaktur dan spesialis mikrofabrikasi.
Fokus bantu pasien gangguan saraf Neuralink sendiri merupakan perusahaan rintisan (startup) yang berfokus pada pengembangan teknologi antarmuka otak-komputer atau brain-computer interface (BCI) bernama "the Link". Secara fisik, antarmuka ini hadir dalam bentuk chip seukuran koin yang punya benang fleksibel sangat tipis dan dilengkapi 1.024 elektroda yang berfungsi merekam aktivitas neuron otak.
Chip yang dipasang ke dalam otak manusia melalui prosedur implan tersebut tidak bekerja sebagai "otak buatan", melainkan membaca sinyal listrik dari neuron lalu menerjemahkannya menjadi perintah digital.
Pada tahap awal, teknologi Neuralink difokuskan untuk membantu pasien dengan gangguan sistem saraf (neurologis) berat, seperti lumpuh, alzheimer, parkinson, atau gangguan penglihatan. Lewat antarmuka otak-komputer ini, pasien dengan kondisi tersebut diharapkan bisa kembali beraktivitas secara mandiri terutama dalam berinteraksi dengan perangkat digital yang sebelumnya sulit diakses karena keterbatasan fisik.

Neuralink sudah mulai menguji teknologi chip otak tersebut kepada beberapa pasien. Terbaru, pada September 2025, sudah ada 12 orang di seluruh dunia yang telah menerima implan chip otak dan menggunakannya secara aktif. Salah satu pasien manusia pertama yang menjalani implan otak Neuralink milik Elon Musk yaitu Noland Arbaugh (30), seorang penyandang kelumpuhan total atau quadriplegia. Dalam wawancaranya dengan outlet media Business Insider, Arbaugh mengatakan bahwa implan Neuralink membantunya bisa memperoleh kembali "kendali" dan rasa kemandirian yang sempat hilang setelah mengalami kelumpuhan.
Proses operasi bakal lebih otomatis Selain soal produksi, Musk juga menyinggung rencana besar lain Neuralink. Ia mengatakan, mulai tahun 2026, proses operasi pemasangan chip ke otak manusia akan dibuat lebih ringkas. Dalam unggahan terpisah, Musk menjelaskan bahwa nantinya proses penanaman chip akan dilakukan tanpa perlu membuka atau mengangkat dura, selaput luar yang melindungi otak dan sumsung tulang belakang. "Benang-benang perangkat akan menembus dura, tanpa perlu mengangkatnya. Ini adalah sebuah pencapaian yang sangat besar," kata Musk.
Selain itu, Musk menyebut bahwa sebagian besar tahapan operasi akan hampir sepenuhnya beralih ke sistem otomatis. Artinya, peran mesin dan perangkat robotik akan semakin dominan dalam proses pemasangan chip. Sebagai informasi, saat ini, pemasangan chip Neuralink masih membutuhkan seorang ahli bedah manusia untuk mengangkat sebagian tengkorak dan robot khusus, sebagiamana dihimpun KompasTekno dari Business Insider.