Cari Berita InSorot Media

Trending Topik

8/trending/recent

Iklan homepage atas

Kemenperin Ajukan Mobil Listrik 2026, Purbaya Belum Terima Surat, Pembahasan Menyusul

Author
@InSorot


JAKARTA — Rencana pemberian insentif pajak bagi industri otomotif pada 2026 masih menunggu tahap awal pembahasan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa dirinya belum menerima maupun membaca surat usulan resmi yang diajukan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Purbaya menyatakan, dokumen tersebut belum sampai ke mejanya sehingga belum ada kajian yang dapat dilakukan. Ia memastikan pembahasan akan segera dilakukan setelah surat resmi diterima.

Sepertinya suratnya belum sampai ke saya. Saya belum membaca dan belum mengetahui detailnya. Nanti akan kami diskusikan,” ujar Purbaya saat ditemui di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (2/1/2026).

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat usulan insentif fiskal untuk sektor otomotif kepada Menteri Keuangan. Usulan tersebut disusun dengan pendekatan yang lebih terperinci dibandingkan kebijakan serupa yang diterapkan saat pandemi Covid-19.

Menurut Agus, rancangan insentif kali ini menitikberatkan pada segmentasi kendaraan, jenis teknologi yang digunakan, serta tingkat kandungan dalam negeri (TKDN). Pendekatan tersebut diharapkan mampu membuat stimulus lebih tepat sasaran dan berdampak langsung pada penguatan industri nasional.

Untuk sektor otomotif, surat usulan insentif stimulus sudah kami sampaikan ke Menteri Keuangan. Pendekatannya kini jauh lebih detail dibandingkan masa Covid-19, baik dari segmen kendaraan, teknologi, hingga aspek TKDN,” kata Agus, Kamis (1/1/2026).

Pemerintah sebelumnya pernah menerapkan kebijakan insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) Ditanggung Pemerintah pada 2021. Insentif tersebut diberikan secara bertahap untuk kendaraan baru dengan kapasitas mesin maksimal 1.500 cc dan syarat kandungan lokal minimal 70 persen.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa ditemui usai acara Pembukaan Perdagangan BEI 2026, Jakarta, Kamis (2/1/2026). (Foto : KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY)

Agus menilai perincian kebijakan menjadi faktor penting agar stimulus benar-benar mendorong pertumbuhan industri, khususnya pada produksi kendaraan ramah lingkungan.

Bagi kami, yang terpenting adalah bagaimana insentif untuk kendaraan ramah lingkungan dapat dirumuskan secara lebih rinci dan terukur,” tegasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arif, menegaskan bahwa surat usulan insentif otomotif 2026 telah resmi dikirimkan. Hal tersebut disampaikannya dalam forum terpisah.

Pak Menteri Agus Gumiwang Kartasasmita telah mengirim surat kepada Menteri Keuangan terkait usulan insentif otomotif 2026,” ujar Febri dalam konferensi pers IKI Desember 2025, Rabu (3/12/2025).

Dengan belum diterimanya surat tersebut oleh Kementerian Keuangan, pembahasan insentif otomotif 2026 dipastikan akan dilakukan setelah proses administrasi rampung dan dokumen resmi berada di tangan Menteri Keuangan.


Posting Komentar

0 Komentar
Komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE

Iklan Homepage Tengah