Cari Berita InSorot Media

Trending Topik

8/trending/recent

Iklan homepage atas

Starmer Digoyang dari Dalam Partai, Puluhan Anggota Parlemen Buruh Desak PM Inggris Mundur

Author
@InSorot


InSorot - Tekanan politik terhadap Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, semakin memanas. Hampir 80 anggota parlemen dari Partai Buruh dilaporkan mendesaknya untuk segera meninggalkan kursi kekuasaan di Downing Street 10. Desakan itu muncul di tengah merosotnya popularitas partai usai mengalami kekalahan besar dalam pemilihan komunal.

Sejumlah media Inggris juga mengabarkan bahwa beberapa menteri kabinet telah meminta Starmer menentukan jadwal pengunduran dirinya. Situasi ini menjadi sorotan karena sebelumnya Partai Buruh meraih kemenangan telak dalam pemilu Juli 2024. Namun dalam waktu singkat, dukungan publik terhadap pemerintahan Starmer justru mengalami penurunan tajam.

Kemerosotan elektabilitas Partai Buruh disebut dipicu berbagai persoalan. Mulai dari dianggap lemahnya arah visi politik pemerintah, memburuknya kondisi ekonomi Inggris, hingga kontroversi penunjukan sebagai duta besar Inggris untuk Amerika Serikat. Penunjukan itu menuai kritik karena Mandelson pernah dikaitkan dengan lingkaran kasus .

Meski berada di bawah tekanan besar, Starmer menegaskan dirinya belum berniat mundur. Ia menilai pergantian pemimpin di tengah situasi politik saat ini justru berpotensi membuat kondisi negara semakin tidak stabil dan kacau.

Di internal Partai Buruh, pergantian pemimpin tidak bisa dilakukan secara instan. Aturan partai mengharuskan seorang kandidat memperoleh dukungan minimal 20 persen anggota parlemen Partai Buruh untuk memulai kontestasi kepemimpinan. Dengan total 403 kursi yang dimiliki partai, syarat tersebut setara dengan dukungan dari sedikitnya 81 anggota parlemen.

Tak hanya itu, calon pemimpin juga wajib mendapatkan dukungan dari minimal 5 persen organisasi konstituen lokal atau tiga organisasi afiliasi partai, termasuk serikat pekerja. Jika hanya ada satu kandidat yang memenuhi syarat, maka kandidat tersebut otomatis menjadi pemimpin Partai Buruh sekaligus perdana menteri tanpa melalui pemungutan suara.

Namun apabila lebih dari satu kandidat lolos verifikasi, proses pemilihan akan dilakukan melalui sistem pemungutan suara berperingkat oleh anggota partai dan organisasi afiliasi hingga satu nama memperoleh lebih dari 50 persen suara.

Apabila Starmer akhirnya memutuskan mundur, kabinet bersama badan pengelola partai diperkirakan akan menunjuk pemimpin sementara yang akan menjalankan tugas sebagai perdana menteri hingga proses pemilihan selesai.

Di sisi lain, penolakan Starmer untuk mundur juga membuka potensi konflik politik lanjutan di tubuh partai. Salah satu anggota parlemen Chaterine West, diketahui mulai menggalang dukungan untuk mendorong perubahan kepemimpinan. Meski demikian, dukungan yang terkumpul hingga kini masih belum memenuhi ambang batas resmi untuk memulai pemilihan internal.

“Kita harus menyusun jadwal yang jelas untuk memperbaiki keadaan ini,” ujar West.

Meski tekanan terhadap Starmer terus meningkat, Partai Buruh sendiri tidak memiliki tradisi kuat menggulingkan pemimpin saat masih menjabat sebagai perdana menteri. Situasi ini berbeda dengan Partai Konservatif yang beberapa kali mengalami pergantian pemimpin di tengah masa pemerintahan. Dalam sejarah Partai Buruh, kasus paling mendekati terjadi pada 2007 ketika memilih mengundurkan diri setelah menghadapi tekanan politik berkepanjangan.

Jika kursi kepemimpinan benar-benar kosong, sejumlah nama mulai disebut sebagai calon kuat pengganti Starmer. Di antaranya Menteri Kesehatan , mantan Wakil Perdana Menteri , hingga Wali Kota Greater Manchester . Namun Burnham saat ini belum memenuhi syarat karena tidak memiliki kursi di parlemen.



Posting Komentar

0 Komentar
Komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE

Iklan Homepage Tengah