
InSorot - kabar membanggakan datang untuk pecinta sepak bola Tanah Air. Timnas Indonesia disebut-sebut berpeluang besar menjadi salah satu tuan rumah ajang bergengsi FIFA ASEAN Cup 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada September hingga Oktober 2026 mendatang. Menariknya, informasi tersebut ternyata bukan sekadar rumor belaka.
Isu mengenai Indonesia sebagai penyelenggara mulai mencuat setelah salah satu anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, , memberikan sinyal kuat terkait pembahasan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa rencana penunjukan Indonesia sempat dibicarakan dalam Kongres FIFA ke-76 yang berlangsung di Kanada beberapa waktu lalu.
Dalam pembahasan tersebut, FIFA ASEAN Cup 2026 dikabarkan akan menghadirkan format baru dengan total 14 negara peserta. Nantinya, seluruh tim akan dibagi ke dalam dua divisi berdasarkan ranking FIFA terbaru. Divisi pertama akan diisi delapan negara terbaik, sementara divisi kedua dihuni enam tim lainnya. Timnas Indonesia disebut masuk dalam kategori tuan rumah untuk divisi utama.
Arya Sinulingga sendiri belum mau memberikan kepastian resmi terkait kabar tersebut. Namun, ia tidak menampik bahwa pembahasan mengenai Indonesia sebagai tuan rumah memang sudah terjadi di internal forum sepak bola internasional.
“Kalau belum diumumkan, tunggu saja,” ujar Arya pada Selasa (12/5). Ia juga menambahkan bahwa memang ada pembicaraan yang mengarah ke penunjukan Indonesia dalam agenda tersebut.
Tak hanya soal tuan rumah, turnamen ini juga dikabarkan bakal menghadirkan kejutan lain. Tiga negara dari luar kawasan Asia Tenggara disebut akan mendapat undangan khusus untuk tampil di FIFA ASEAN Cup 2026. Negara-negara tersebut yakni China, India, dan Hong Kong yang berasal dari kawasan Asia Timur dan Asia Selatan.
Informasi mengenai keikutsertaan tiga negara non-ASEAN itu pertama kali mencuat lewat laporan media Singapura, The Strait Times, yang mengutip sumber terpercaya. Kehadiran negara undangan diprediksi bakal membuat persaingan turnamen semakin sengit dan menarik perhatian publik sepak bola Asia.
Selain itu, format kompetisi juga mengalami perubahan signifikan. Masing-masing divisi nantinya dibagi menjadi dua grup dengan sistem round robin pada fase grup. Juara grup akan langsung bertemu di partai final, sedangkan tim peringkat kedua bakal memperebutkan posisi ketiga.
Dengan format tersebut, tidak akan ada babak semifinal. Setiap tim diperkirakan hanya memainkan dua hingga empat pertandingan selama periode FIFA Matchday September-Oktober 2026.
Jika Indonesia benar-benar ditunjuk sebagai tuan rumah, ajang ini tentu menjadi kesempatan besar bagi Timnas Indonesia untuk tampil di depan pendukung sendiri sekaligus memperkuat posisi sepak bola nasional di level Asia.